Customer Services
Jasa Kontraktor Bangunan Jawa Barat
Jasa Kontraktor Bangunan Jawa Barat
  • GENERAL ENGINEERING & CONSTRUCTION

Jasa Kontraktor Bangunan di Jawa Barat

Jasa Kontraktor Bangunan Jawa Barat METODE KONSTRUKSI

METODE KONSTRUKSI

22 Mei 18 13:27:43

A. METODE KONVENSIONAL

Pelaksanaan konstruksi bangunan tinggi, sebagaimana halnya dengan bangunan lainnya diawali dengan pekerjaan persiapan lahan dan pondasi.

Pondasi untuk bangunan tinggi dapat berupa pondasi dalam (pondasi tiang) atau pondasi rakit (berupa basemen) atau gabungan pondasi dalam dengan basement. Pondasi tiang yang lazim digunakan adalah pondasi tiang pancang yang pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan alat pancang (drop hammer') yang dipasang pada mobil derek atau tiang bor.

Pekerjaan galian dimulai dengan menggunakan berbagai peralatan pemindah tanah mekanis. Pada daerah yang muka airnya tinggi, maka perlu disiapkan sumuran untuk menampung air yang kemudian dipompa keluar ('dewatering). Sebelum dimulainya pekerjaan galian pada pondasi yang menggunakan basement, pertama-tama dilakukan pencegahan bahaya longsor di sekeliling daerah yang akan diigali, berupa struktur dinding penahan tanah atau turap. Struktur ini dapat berupa 'sheet pile' atau profil baja yang ditanam mengelilingi areal galian atau berupa 'soldier pile' atau tiang pancang yang diletakkan berimpitan satu dengan lainnya.

Pengecoran dasar basemen, kolom-kolom dan balok serta pelat lantai baru dikerjakan secara bertahap dari lantai terbawah ke atas secara berurutan setelah seluruh pekerjaan galian selesai.

Selanjutnya, setelah pekerjaan pondasi/basemen selesai, baru dilakukan pekerjaan struktur bagian atas, yang diawali dengan pekerjaan di lantai dasar yang secara bertahap dilanjutkan pada lanlai-Iantai di atasnya.

 

Pada bangunan yang menggunakan struktur beton bertulang, maka diperlukan cetakan beton/perancah dan struktur sementara pendukung cetakan beton ('steiger' atau ‘scafolding’). 'Steiger ini akan dibongkar setelah 2~3 minggu, saat dimana dianggap beton sudah dapat memikul beban bagi pekerjaan di atasnya. Agar pekerjaan dapat dilakukan secara berkesinambungan, maka perlu disiapkan 'sejumlah 'steiger' dan kebutuhan perancah untuk pekerjaan lebih dari 2 lantai.

 

Pada bangunan yang menggunakan struktur baja/komposit, pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat, karena pada saat pekerjaan tanah dan pekerjaan pondasi dilakukan, maka kolom dan balok baja dapat disiapkan di bengkel pabrikasi baja setempat. Sehingga setelah pekerjaan pondasi selesai, maka kolom-kolom baja dipasang di lokasi tertentu di mana angkur kolom telah disiapkan. Setelah kolom-kolom terpasang, maka balok dapat disambungkan ke kolom dengan baut tegangan tinggi (HTB - high tensile bolt). Selanjutnya, diatas balok-balok tersebut dapat dipasang pelat baja (steel deck) dan tulangan baja yang berbentuk jaring (wired mesh) dan tulangan penahan geser, yang selanjutnya dicor dengan adukan beton.

Mengingat pelat baja berfungsi juga sebagai alas pelat lantai, maka tidak diperlukan cetakan beton dan 'steiger’ sebagaimana yang dibutuhkan pada struktur yang menggunakan beton bertulang.

Untuk melindurigj baja terhadap korosi dan bahaya kebakaran, di samping profil baja dilapisi dengan cat anti karat ('zinc chromate’), profil baja juga diberi lapisan pelindung terhadap api.

B. METODE PRA PABRIKASI

C. METODE 'Top-Down Construction'

D. METODE 'Up-Down Construction'

 

 

 

Sumber:
PELAKSANAAN PEKERJAAN GEDUNG 
(BUILDING CONSTRUCTION ENGINEER) 
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI 

©2019 World Technique All right reserved   Developed by javwebnet